A. Pengertian Iman Kepada Rasul Allah Swt.
Rukun Iman yang keempat adalah Iman Kepada Rasul Allah Swt. Islam sampai kepada kita saat ini tidak lain berkat jasa Baginda Rasulullah Saw. sebagai sosok penyampai risalah Allah Swt. yang benar dan diridhai. Di Padang Mahsyar nanti umat islam pasti akan meminta syafa'at dari beliau. Namun pengakuan tidaklah cukup sekedar pengakuan. Pasti yang mengaku umat Rasulullah Saw. akan berusaha mengikuti jejak beliau dengan mengikuti sunnah-sunnahnya dan senantiasa membasahi bibir ini dengan mendo'akannya dengan cara memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.
Iman kepada Rasulartinya mempercayai dan meyakini bahwa Allah Swt. telah mengutus para Rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada Umat-Nya serta membimbing umat manusia ke jalan yang benar. Para rasul itu manusia pilihan yang diberi wahyu untuk memberi kabar gembira dengan mukjizat yang luar biasa.
Firman Allah Swt :
Artinya : "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (Q.S. Ali Imran: 164)
B. Sifat-sifat Para Rasul
Sifat para rasul terbagi kedalam Sifat Wajib, Sifat Mustahil dan Sifat Jaiz, sebagaimana tabel berikut :
|
Sifat
Wajib |
Sifat
Mustahil |
Sifat
Jaiz |
|
Siddiq (Benar) |
Kidzib (Dusta) |
Al-Aradul
Basyariyah (Berperilaku
sebagai mana manusia) |
|
Amanah (Dapat
dipercaya) |
Khianat (Tak
dapat dipercaya) |
|
|
Tabligh (Menyampaikan) |
Kitman (Menyembunyikan) |
|
|
Fathanah (Cerdas) |
Baladah (Bodoh) |


Marcellino Fabian kls 7
ReplyDelete